Selamat Datang di Sangkuriang Mania

Minggu, 04 Agustus 2013

Jenis-jenis Ikan Lele



Ada beberapa jenis ikan lele yang dikembangkan di Indonesia, antara lain:

Lele Lokal (Charias Batrachus)

Merupakan ikan lele yang biasa hidup di selokan-selokan, sungai, yang sering dipelihara sebagai sambilan oleh masyarakat. Lele jenis ini mempunyai cirri-ciri duri/patil beracun, berwarna hitam abu-abu, terkadang putih berbintik. Lele ini memiliki rasa yang gurih dan enak, akan tetapi memerlukan masa panen yang lumayan lama, antara enam sampai delapan bulan.

Lele Dumbo (Clarias Gariepinus)

Dari kata dumbo, yang berarti sangat besar, begitu juga ikan jenis ini. Karena besar tubuhnya, sehingga lele jenis ini dikenal sebagai King Cat Fish. Lele dumbo memiliki masa panen yang singkat, yaitu 3 bulan. Telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit, serta memiliki kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi terhadap lingkungan. Akan tetapi kualitas dari ikan jenis ini sangat dipengaruhi oleh sistem pembibitan dan induk yang digunakan. Lele dumbo berasal dari Mozambique (Afrika) yang disilangkan dengan lele lokal Taiwan. Pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1984-1986. Lele ini bisa mencapai berat 2-3 kg per ekor, sedangkan lele lokal hanya mencapai 300 gr. Jumlah telur yang dihasilkan mencapai 8.000 sampai 10.000 butir, sedangkan lele lokal hanya 1.000 sampai 4.000 saja.

Lele Sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan varian terbaru ikan lele, yang merupakan galur unggul lele dumbo, yang pertama diproduksi oleh Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi. Menurut Wisnu Pamuntjak 2010, secara umum morfologi lele sangkuriang tidak memiliki banyak perbedaan dengan lele dumbo, sebab lele sangkuriang adalah hasil upaya perbaikan mutu lele dumbo melalui rekayasa genetik. Generasi lele ini memiliki jumlah telur 33.33% lebih tinggi, serta memiliki pertumbuhan yang lebih cepat mencapai 40 % pada saat pendeeran, dan 10% pada saat pembesaran, dibandingkan dengan lele dumbo. Lele sangkuriang juga memiliki tingkat kekebalan terhadap penyakit yang lebih tinggi.

Lele Phyton

Morphology lele phiton seperti lele biasa, hanya bagian kepalanya saja yang terlihat agak lonjong, mirip dengan ular python. Oleh karena bentuk tubuh lele itulah ia dikenal dengan lele phyton. Ciri-ciri lele phyton antara lain :

  • Kepalanya kecil
  • Badannya panjang  
  • Warna abu-abu hampir sama dengan dumbo
  • Bentuk badan dan kepala proporsional.

Varietas lele jenis ini berasal dari desa Bayumundu, kecamatan Kaduhejo Pandeglang Banten. Jika lele sangkuriang ditemukan oleh orang-­orang bergelar akademik, lele phyton ditemukan oleh kelompok pembudidaya yang belajar secara otodidak. Meskipun demikian, kualitas lele phyton tidak kalah dengan jenis lele sangkuriang.

Lele Super Jumbo (Lele Bapukan)

Lele Bapukan bisa ditemukan di sentra lele Indramayu Jawa Barat. Yang merupakan lele dumbo dengan ukuran sangat besar, mencapai 1 atau 2 ekor per kilo gram. Sedangkan di pasaran, lele jenis ini agak sulit dijual, biasanya hanya diperlukan oleh pemancingan lele. Karena sulit dijual dalamkeadaan segar, lele jenis ini dikembangkan, dan diolah menjadi produk olahan, berupa fillet tanpa tulang, kerupuk lele, baso lele, nugget, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar