Selamat Datang di Sangkuriang Mania

Senin, 12 Agustus 2013

Pemijahan Alami Lele Sangkuriang



Pada habitat aslinya, ikan lele memijah secara alami dengan pemilihan pasangan yang ditentukan oleh alam dan naluri masing-masing ikan lele dewasa. Dalam perkembangannya, masyarakat melanjutkan kondisi tersebut kedalam proses pemijahan alami dengan campur tangan manusia, yaitu dengan menempatkan pada bak/kolam tertentu dan media kakaban. Metode ini adalah metode tradisional dalam pembiakan ikan lele, dimana induk ikan lele jantan dan betina yang telah matang gonad diletakkan bersama-sama dalam satu bak untuk proses pemijahan secara alami.

Diagram alir proses pembudidayaan benih ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut :

Induk Lele Sangkuriang
!
Seleksi Induk
!
Pemijahan ikan lele alami
!
Penetasan
!
Pendederan I
!
Pendederan II
!
Pendederan III
!
Pemanenan Benih

Proses pemijahan alami lele sangkuriang adalah sebagai berikut:

a. Penseleksian induk lele

Seleksi induk lele dumbo dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Tanda induk betina yang matang gonad adalah perut gendut; tubuh agak kusam; gerakan lamban dan lubang kelamin kemerahan. Sedangkan tanda induk jantan yang sudah matang gonad adalah gerakan lincah, tubuh memerah dan bercahaya; dan lubang kelamin kemerahan, agak membengkak dan berbintik putih.

Gonad adalah organ reproduksi yang berfungsi menghasilkan sel kelamin (gamet). Gonad yang terdapat ditubuh ikan jantan disebut testis berfungsi menghasilkan spermatozoa, sedangkan gonad yang terdapat dalam ikan betina dinamakan ovarium berfungi menghasilkan telur (ovum).

Tingkat kematangan gonad ialah tahapan perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan memijah. Semakin meningkat kematangan gonadnya, maka telur dan sperma ikan lele akan semakin berkembang. Selama proses reproduksi tersebut, maka sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung sampai selesai.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-6484.1-2000, indukan ikan lele ditetapkan berdasarkan umur, panjang dan bobotnya. Secara lengkap kriteria indukan ikan lele ditampilkan pada Tabel berikut:

Kriteria Kuantitatif Sifat Reproduksi Menurut SNI 01- 6484.1-2000

No.
Kriteria
Satuan
Jenis Kelamin
Jantan
Betina
1
Umur induk
bulan
8-12
12-15
2
Panjang standar
cm
40-45
38-40
3
Bobot badan pertama matang gonad
g/ekor
500-750
400-500
4
Fekunditas *)
butir/kg
bobot tubuh
-
50.000 - 100.000
5
Diameter telur
mm
-
1,4-1,5
*)     Fekunditas adalah salah satu fase untuk menaksir jumlah benih yang akan dihasilkan, yaitu
saat telur-telur yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan.
Sumber : Badan Standarisasi Nasional, 2000

b. Pemijahan secara alami

Induk ikan lele dipijahkan bersama-sama antara jantan dan betina pada bak pemijahan. Sebelumnya, bak dikeringkan selama 2 – 4 hari. Selanjutnya bak diisi dengan air setinggi 30 cm dan membiarkan air mengalir selama pemijahan. Bersamaan dengan itu, pasang atau masukan kakaban secukupnya. Bila sudah siap, induk betina dan jantan yang sudah matang gonad dimasukkan ke dalam air pada siang atau sore hari. Langkah selanjutnya adalah mengamati pasangan lele tersebut sampai berpijah di keesokan harinya. Lele merupakan ikan yang bersifat kanibal, sehingga untuk menghindari induk lele memakan telurnya, maka kedua induk harus segera dipindahkan ke tempat lain dan telur dibiarkan menetas di tempat tersebut.

Pada kondisi normal, ciri khas bahwa induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Secara fisik, induk ikan lele yang sudah siap memijah menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :

Induk jantan :

  • Alat kelamin tampak jelas, meruncing;
  • Perutnya tetap ramping, jika perut diurut akan keluar sperma;
  • Tulang kepala lebih mendatar dibanding betinanya;
  • Jika warna dasar badannya hitam (gelap);
  • Umur induk jantan di atas tujuh bulan.


Induk betina :

  • Alat kelamin bentuknya bulat dan kemerahan, lubangnya agak membesar;
  • Tulang kepala agak cembung;
  • Geraknya lambat;
  • Warna badannya lebih cerah dari biasanya;  
  • Induk betina berumur satu tahun.


c. Penetasan

Penetasan telur lele sangkuriang dilakukan dalam kolam tembok/terpal penetasan (ukuran 2x1 ,5m). Sebelum digunakan untuk proses penetasan, kolam harus dibersihkan dan dikeringkan selama 2 hari, kemudian kolam diisi dengan air bersih setinggi 30 cm dan air harus dalam kondisi mengalir selama penetasan. Untuk melindungi telur-telur ikan, kolam dipasangi kakaban.

Selanjutnya, telur ikan menebar dan menempel di kakaban. Telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 2 – 3 hari. Berdasarkan pengalaman akan dihasilkan sekitar 50.000 – 60.000 larva ikan lele.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar