Selamat Datang di Sangkuriang Mania

Selasa, 03 September 2013

Wirausahawan itu Sangat Inovatif



Menjadi wirausahawan yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dapat belajar berwirausaha. Menurut Poppy King, wirausahawan muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak berusia 18 tahun, ada tiga hal yang selalu dihadapi wirausahawan di bidang apapun, yakni: obstacle (hambatan), hardship (kesulitan, dan very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau).

Sesungguhnya kewirausahaan dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Mengapa? cukup banyak alasan untuk mengatakan hal itu.

Pertama, setiap orang memiliki cita-cita, impian, atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai manusia. Hal ini merupakan semacam “intuisi” yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. “Intuisi” ini berkaitan dengan salah satu potensi kemanusiaan, yakni daya imajinasi kreatif. Karena manusia merupakan satu-satunya mahluk ciptaan Tuhan yang, antara lain, dianugerahi daya imajinasi kreatif, maka ia dapat menggunakannya untuk berpikir. Pikiran itu dapat diarahkan ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan berpikir, ia dapat mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penting seperti: Dari manakah aku berasal? Dimanakah aku saat ini? Dan kemanakah aku akan pergi? Serta apakah yang akan aku wariskan kepada dunia ini?  

Kedua, dalam menjalankan usahanya, pebisnis (wirausahawan)  melakukan aktifitas yang:
1. Digerakkan oleh ide dan impian,
2. Lebih mengandalkan kreativitas,
3. Menunjukkan keberanian,
4. Percaya pada hoki, tapi lebih percaya pada usaha nyata,
5. Melihat masalah sebagai peluang,
6. Memilih usaha sesuai hobi dan minat,
7. Mulai dengan modal seadanya,
8. Senang mencoba hal baru,
9. Selalu bangkit dari kegagalan, dan
10. Tak mengandalkan gelar akademis.

Kesepuluh sifat pebisnis dalam menjalankan aktifitas usahanya di atas pada dasarnya sederhana, tidak memerlukan orang-orang yang luar biasa. Orang dengan IQ tinggi, sedang, sampai rendah pun dapat (belajar) melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar