Alat pengering terdiri 2 bagian, yaitu bagian penangkap panas dan kabinet tempat menyimpan komoditas yang dikeringkan. Rencananya, alat pengering ini akan kami jadikan sebagai bagian dari inovasi kami dalam pengolahan pasca panen lele sangkuriang.
Lele Sangkuriang, Budidaya Lele, Beternak Lele, Pembenihan Lele, Pembibitan Lele, Pendederan Lele, Pembesaran Lele, Perdagangan Lele, Pemasaran Lele, Pakan Alternatif Lele
Tampilkan postingan dengan label Sarana Produksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarana Produksi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Agustus 2013
Pengering Tenaga Surya Sederhana Multi Guna
lelesangkuriang217.blogspot.com saat ini sedang mengembangkan alat pengering tenaga surya sederhana dan multi guna. Disebut pengering tenaga surya sederhana karena,
kontruksinya sederhana dan ukuranya yang relatif kecil, tidak membutuhkan
jenis dan jumlah bahan yang banyak, dan biayanya yang relatif murah serta pembuatan
yang tidak rumit sehingga dapat dibuat sendiri. Sedangkan fungsinya bersifat multi guna sebab dapat dipakai untuk mengeringkan berbagai produk pertanian maupun perikanan dalam kondisi yang relatif higienis.
Alat pengering terdiri 2 bagian, yaitu bagian penangkap panas dan kabinet tempat menyimpan komoditas yang dikeringkan. Rencananya, alat pengering ini akan kami jadikan sebagai bagian dari inovasi kami dalam pengolahan pasca panen lele sangkuriang.
Alat pengering terdiri 2 bagian, yaitu bagian penangkap panas dan kabinet tempat menyimpan komoditas yang dikeringkan. Rencananya, alat pengering ini akan kami jadikan sebagai bagian dari inovasi kami dalam pengolahan pasca panen lele sangkuriang.
Sabtu, 03 Agustus 2013
Cara Pembuatan Kolam Terpal
A. Alat dan Bahan
| No. | Jenis alat/bahan | Jumlah | Kegunaan |
| 1 | Alat-alat | ||
| Palu | 1 buah | Memasang pancang | |
| Gergaji | 1 buah | Pemotong | |
| Parang | 1 buah | Pemotong/belah bambu | |
| Sekop | 1 buah | Gali saluran dan pematang | |
| Mesin pompa air kekuatan 5,5pk | 1 buah | Menaikkan air | |
| 2 | Bahan | ||
| Terpal 4 x 6 m | 1 buah | Sebagai wadah kedap air | |
| Dinding bambu | 2 buah | Pelindung terpal dari luar | |
| Patok kayu | 24 btg | Penguat/penahan terpal | |
| Bambu gunung | 6 btg | Penguat dinding bambu | |
| Potongan pipa PVC | 1 buah | Pembuangan air | |
| Karet ban motor | 1 buah | Pengikat terpal dengan PVC | |
| Paku 7 cm | 1 kg | Penguat pancang dgn dinding | |
| Tali nylon 4 mm | 25 m | Pengikat terpal bagian atas |
B. Cara Pembuatan
Ada dua model kolam terpal yang dapat dibuat menurut lokasi
dan kemudahan dalam mendapatkan bahan bakunya yaitu:
a) Model kolam terpal dinding
pancang
Cara pembuatanya adalah:
- Sebelum membuat kolam terpal terlebih dahulu ditentukan terlebih dahulu lokasi yang tepat dalam membuatnya. Yang harus diperhatikan tingkat kemiringan lahan, sehingga dapat dengan mudah untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Kolam terpal sebaiknya dibangun di atas lahan yang agak tinggi dan tidak jauh dari sumber air (sumur yang dibuat)
- Sebelum dibuat kolam terpal harus sudah ada sumur bor diameter 6 inchi atau sumur gal
- Fasiitas yang lain adalah mesin pompa air bensin/solar dengan kekuatan 5,5 pk dengan pipa sedot berdiameter 2-3 inchi
- Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu: alat-alat berupa parang, gergaji, palu, cangkul, sekop dll
- Siapkan bahan berupa terpal, kayu patok, dinding bambu ukuran 1 m x 6 m sebanyak 2 buah, pipa paralon diameter 2-3 inchi. Dengan panjang 25 cm, paku dan tali nylon
- Ratakan tanah dasar yang akan dibuat kolam dengan cangkul dan sekop, buanglag kerikil atau bekas akar kayu yang dapat membuat terpal bocor
- Ukur lokasi berbentuk segi empat menurut ukuran terpal jika ukuran terpal berukuran 7 x 9 meter maka ukuran dasamya yang harus dibuat adalah 6 x 8 meter dikurang dengan ketinggian terpal 1 meter
- Pasang patok kayu tegak lurus/vertical dengan menggali atau dipukul dengan palu sampai betul-betul kuat untuk menahan tekanan air nantinya
- Potong dinding menurut ukuran tinggi kolam yaitu 1 meter dengan panjang 6 meter jika kurang bisa disambung
- Pasang dinding pada tiang pancang dengan paku atau dinding tidak ada yang menonjol agar terpal yang akan dipasang tidak mudah robek
- Pasang terpal menurut bentuk dan ukuran kolam kemudian pasang bambu di atas patok, terpal diikatkan sisinya ke bambu dengan tali nilon tidak terlalu kencang agar elastis jika diisi air
- Lubang sudut terpal dan pasang pipa paralon untuk tidak bocor terpal diikat dengan ban motor sampai kencang
- Buatlah saluran keliling
- Pasang saringan pada pipa pembuangan, kolam terpal siap diisi dengan air dan beberapa hari kemudian kolam siap ditebar ikan lele.
- Persiapan sama dan poin 1 s/d4
- Ukur lahan yang akan dibuat kolam, kemudian bersihkan dan ratakan dasamya
- Buat profil dari bambu dan tali ukur lebar dan tinggi (lebar bawah pematang 1-1,5 meter lebar atas 50-75 cm dengan ketinggian 1 meter pematang yang akan dibuat jika ukuran terpal 7 x 9 meter maka lebar kolam yang dibuat adalah 6 x 8 meter dengan ketinggian pematang 75 cm
- Setelah dibuat propilnya maka mulai pematang dibuat dengan mengambil tanah urukan dan luar kolam dan galian saluran keliling sampai ketinggian 75 cm
- Pasang terpal dengan tinggi 75 cm sedangkan sisa terpal sepanjang 25 cm diletakkan mendatar di atas pematang
- Tutup lagi atas terpal dengan tanah berumput sampai ketinggian satu meter
- Lubangi sudut terpal bagian bawah dan pasangkan pipa paralon lalu diikat kuat dengan karet ban motor
- Pasang saringan pada pipa pembuangan dan kolam siap diisi air dan ditebar ikan lele.
Dapat
digunakan pipa paralon (PVC) berdiameter 1,5" (inch) sepanjang
1 meter dengan sok penyambung yang sesuai
untuk pipa paralon tersebut. Tentu saja Anda dapat menggunakan diameter
dan ukuran panjang pipa paralon (PVC) serta sok penyambung yang berbeda,
sesuai dengan kebutuhan.
- Siapkan beberapa alat dan bahan sebagai berikut.
- 1 pipa paralon (PVC) type D berdiameter 1,5" sepanjang lk 1 m atau lebih (sesuaikan dengan kebutuhan)
- 1 sok penyambung untuk pipa PVC 1,5". Pilihlah sok penyambung yang berkualitas baik
- 1 sok penutup, sesuai ukuran pipa PVC 1,5"
- 1/2 lembar kertas gosok (amplas/ amril), pilihlahtype yang sedikit kasar (No 1 atau 1 1/2)
- 1 mata gergaji besi
- 1 mata pisau/ cutter (ukuran sedang) dan juga lembaran terpal yang akan Anda gunakan sebagai media (kolam) pemeliharaan ikan
- Dengan menggunakan gergaji besi, bagilah ujung pipa paralon menjadi dua bagian yang sama, searah panjang pipa sepanjang kira-kira 8-10 cm.
- Sisipkan bagian ujung lembaran amplas pada lubang yang dibuat sebelumnya dan putarlah lembaran amplas tersebut mengelilingi ujung pipa paralon sehingga terbalut sempurna.
- Ujung pipa paralon yang telah terbalut amplas kemudian dimasukkan ke lubang sok penyambung. Lakukan secara perlahan dan hati-hati sehingga tidak terjadi sobekan atau lipatan pada kertas amplas tersebut.
- Putarlah ujung pipa berikut amplas pembalutnya di dalam lubang sok penyambung, pastikan putaran pipa adalah searah dengan proses pembalutan amplas. Lakukan beberapa putaran hingga diperoleh tingkat kekasaran yang merata pada sisi dalam lubang sok. Jika sudah, cabutlah pipa paralon berikut ampas dari lubang sok penyambung tersebut dengan sedikit tarikan sambil tetap mempertahankan arah putaran.
- Lepaskan amplas dari ujung pipa paralon (PVC)kemudian letakkan lembaran terpal secara tegak lurus pada ujung pipa paralon (PVC) pada lokasi dimana lubang pembilas pada terpal akan dibuat kemudian pada sisi terpal yang berlawanan dipasang sok penyambung (yang sisi/ bagian dalamnya telah dikasarkan) lalu tekanlah sok secara perlahan hingga pipa paralon dan lembaran terpal masuk ke dalam lubang sok. Agar diperoleh sambungan yang benar-benar rapat, proses penekanan dapat dibantu dengan memukulkan sebatang kayu pada permukaan sok secara perlahan agar bagian terpal yang berada dalam jepitan sok dan pipa PVC tidak sampai cacat/ sobek.
- Buatlah sayatan pada berbentuk 'cross' atau 'X' pada permukaan terpal dengan menggunakan ujung pisau tajam (cutter) secara hati-hati. Usahakan setiap ujung sayatan tidak sampai menyentuh bagian tepi sisi dalam sok penyambung. Potonglah bagian terpal di sekeliling sisi dalam sok penyambung dengan menggunakan pisau (cutter) hingga diperoleh lubang yang rapi.
Senin, 29 Juli 2013
Jenis-Jenis Kolam Pembesaran Lele Sangkuriang
Bagi yang berniat untuk
membudidayakan lele sangkuriang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
diantaranya adalah pemilihan kolam yang tepat. Disamping karena akan
berpengaruh pada hasil, hal ini juga berhaitan dengan besaran biaya yang akan
kita habiskan.
Kolam untuk membesarkan ikan lele
hendaknya tidak mudah mengalami kebocoran. Kedalaman air berkisar antara
ketinggian 0,5 meter sampai 1,2 meter (ketinggian air berangsur-angsur di
tambah). Permukaan air minimal 15 cm dari bibir kolam, supaya lele tidak mudah
meloncat keluar. Tanggul harus tegak lurus. Untuk pengamanan, disarankan juga
untuk memasang pagar dari bahan yang licin, seperti plastik gelombang, yang
dipasang tegak di tepian kolam.
Kolam pembesaran lele dapat berupa
kolam tanah, terpal ataupun kolam dari beton/semens Ukuran kolam tidak
tertentu. Namun perlu diperhatikan bahwa kolam yang sempit lebih mudah untuk
mengawasinya daripada kolam yang besar. Lele dapat dipelihara dalam kepadatan
tinggi karena oksigen bisa diambilnya dari udara.
Berikut beberapa jenis kolam yang
lazim digunakan sebagai tempat pembesaran lele sangkuriang.
1. Kolam Tanah
Kelebihan kolam tanah adalah keadaan
alami kolam dapat menyerap racun. hal ini dikarenakan kandungan alami tanah.
namun yang perlu diperhatikan jika akan menggunakan kolam tanah adalah tidak
boleh ada rembesan air masuk maupun keluar.
Selain itu, untuk kolam lele dari
tanah, dapat menyediakan pakan alami sendiri misalnya cacing dan sebangsanya.
Selain itu, untuk kolam lele dari
tanah, dapat menyediakan pakan alami sendiri misalnya cacing dan sebangsanya.
Kelemahan dari kolam tanah ini
adalah, kita akan sedikit kesulitan dalam mengontrol kondisi air. hal ini
karena tekstur tanah yang akan sangat mudah kehilangan air. Kolam jenis ini
juga memerlukan tanah yang cukup luas.
2. Kolam Terpal
Kelebihan dari penggunaan kolam
terpal adalah Biaya Pembuatan relatif lebih murah, mudah saat mengontrol
air karena kolam jenis ini tidak akan rembes. Kolam jenis ini juga bisa di
terapkan pada tanah yang terbatas.
Kolam terpal juga dapat
menghindarkan lele dari pemangsaan ikan liar ataupun terhindar dari ikan liar
yang berpotensi untuk berkompetisi dengan lele dalam kolam untuk makanan.
Kolam terpal dapat dilengkapi
dengan pengatur volume air yang bermanfaat untuk mempermudah penggantian air
maupun proses panen. Ketinggian air juga dapat lebih mudah diatur sesuai dengan
usia ikan.
Kolam terpal lebih mudah dan
murah untuk diduplikasi, sehingga dapat dikembangkan sebagai usaha mikro maupun
makro. Lele relatif tidak berbau dibandingkan jika dikembangkan dengan metode
kolam lainnya. Kolam terpal juga dapat dengan mudah dipindahkan tidak seperti
kolam tanah atau kolam beton yang memerlukan lahan permanen.
Kelemahan kolam terpal adalah
kolam terpal tidak dapat menetralisir racun. Racun ini biasanya disebabkan
karena kelebuhan pakan atau penanganan terpal yang kurang baik.
Rawan bocor. Lahan tempat
meletakkan kolam terpal harus bebas dari sudut-sudut lancip. Hewan pengerat
seperti tikus juga senang mengunyah terpal sehingga tikus juga merupakan salah
satu penyebab utama bocornya kolam terpal.
Mudah lapuk karena hujan. hal ini
menyebabkan kolam lele Kurang awet. Usia rata-rata kolam terpal hanya sekitar 2
tahun. Sementara kolam tanah dan kolam beton dapat berusia hingga puluhan tahun
selama dijaga agar tidak terlalu berlumut.
3. Kolam tembok atau Kolam semen
Beberapa kelebihan penggunaan
kolam tembok/semen adalah Umur Penggunaan pada kolam tembok relatif lebih lama
yakni mampu bertahan hingga 5 – 10 tahun.
Kolam tembok/semen mampu meredam
perubahan suhu sehingga suhu dalam media tetap stabil. Kolam tembok/semen
menjadikan Pengaturan air yang lebih mudah.
Kekurangan kolam tembok/semen
adalah pembuatan kolam tembok membutuhkan biaya relatif lebih mahal. Disamping itu kolam tembok/semen permanen
sehingga tidak bisa dipindah-pindah,
dan memerlukan perhatian ekstra pada saat mau digunakan pertama kali. Pada kolam yang baru dibuat perlu dilakukan perendaman terlebih dahulu dengan air yang dicampur serabut kelapa selama 2 mingguan, tujuannya agar zat-zat yang membahayakan dalam semen dapat ternetralkan.
dan memerlukan perhatian ekstra pada saat mau digunakan pertama kali. Pada kolam yang baru dibuat perlu dilakukan perendaman terlebih dahulu dengan air yang dicampur serabut kelapa selama 2 mingguan, tujuannya agar zat-zat yang membahayakan dalam semen dapat ternetralkan.
Langganan:
Postingan (Atom)








